Refraksi Mata

Bismillah…………..

Mekanisme Melihat

 

 

~Mata Sebagai Kamera
Secara optic dapat disamakan dengan sebuah kamera fotografi biasa. Mata memiliki system lensa, system aperture yang dapat berubah(pupil), dan retina yan dapat disamakan dengan film. System lensa terdiri dari mata terdiri dari empat prbatasan refraksi:

  • a. Perbatasan antara korena dan udara
  • b. Perbatasan antara permukaan posterior kornea dan humor aquos
  • c. Perbatasan antara humor aquos dan anterior lensa mata
  • d. Perbatasan antara posterior lensa dan humor vitreus

Sedang setiap media refraksi memiliki index bias yangbebeda-beda guna untuk membelokkan cahaya agar cahaya yang masuk terkumpul tepat pada vovea.

  • a. Kornea: 1.38
  • b. Humor aquos 1,33
  • c. Lensa lristalina 1,4
  • d. Humor vitreus 1,34

~Mekanisme akomodasi (memfokuskan mata)
Mekanisme akomodasi yaitu mekanisme yang memfokuskan system lensa dari mata, penting untuk meningkatkan ketajaman mata. Akomodasi terjadi akibat kontraksi atau relaksasi muskulus siliaris, kontraksi menyebabkan peningkatan system lensa, dan relaksasi menyebabkan penurunan kekuatan.
Peran otot siliar
• Jika otot siliar berkontraksi, jarak antara otot dan lensa berkurang , lebih khusus adalah jarak equator lensa dan jonjot jonjot siliar berkuran–> jarak antara origo dan inersi zonula akan mengendur, sehingga lensa yang lentur ini berubah menjadi lebih bulat–>daya refraksi bertambah karena akomodasi.
Untuk pengelihatan dekat
• Otot siliar akan berkontraksi–>serabut zonula mnegndor dan lensa bentuknya menjadi lebih bulat yang berarti akan menambah daya refraksi.
Untuk pengelihatan jauh
• Otot siliar mengendor–>serabut-serabut zonula dan kapsul menegang dan bentuk lensa menjadi lebih lonjong yang berakibat menurunnya daya refraksi.
Peran Lensa

Pada orang muda, lensa terdiri atas kapsul elastis yang kuat dan berisi cairan kental yang mengandung banyak protein dan serabut-serabut transparan. Bila lensa berada dalam keadaan relaksasi tanpa tarikan terhadap kapsulnya, maka lensa dianggap berbentuk hampir sferis. Namun selain terdapat kapsul elastis, juga terdapat ligamen yang sangat tidak elastis, yaitu zonula yang melekat disekeliling lensa, menarik tepi lensa kearah bola mata. Ligamen ini secara konstan direnggangkan oleh perlekatannya ke badan siliar pada tepi anterior koroid dan retina. Hal ini menyebabkan lensa relatif datar dalam keadaan mata istirahat.

Tempat perlekatan ligamen lensa di badan siliar merupakan suatu otot yang disebut otot siliaris. Otot ini mempunyai dua perangkat serabut, yaitu serabut meridional dan serabut circular. Serabut meridional membentang sampai peralihan kornea-sklera. Kalau serabut ini berkontraksi, bagian perifer dari ligamen lensa tadi akan tertarik kedepan dan bagian medialnya ke arah kornea, sehingga remangan terhadap lensa akan berkurang sebagian. Serabut sirkular akan tersusun melingkar mengelilingi bagian dalam mata, sehingga pada waktu berkontraksi terjadi gerakan sfingter, jarak antar pangkal ligamen mendekat, dan sebagai akibatnya regangan ligamen terhadap kapsula lensa berkurang.

Jadi, kontraksi seperangkat serabut otot polos dalam otot siliaris akan mengendurkan kapsula lensa, dan lensa akan lebih cembung seperti balon karena sifat elastisitas kapsulanya. Oleh karena itu bila otot siliaris melakukan relaksasi lengkap, kekuatan dioptri lensa akan berkurang menjadi sekecil mungkin yang dapat dicapai oleh lensa. Sebaliknya bila otot siliaris berkontraksi sekuat-kuatnya, kekuatan lensa menjadi maksimal.
Pengaturan akomodasi melalui saraf parasimpatis

Otot siliaris hampir seluruhnya diatur oleh sinyal saraf parasimpatis yang dijalarkan ke mata dari nukleus saraf kranial ketiga pada batang otak. Perangsangan saraf parasimpatis menimbulkan kontraksi otot siliaris, yang selanjutnya mengendurkan ligamen lensa dan meningkatkan daya bias. Dengan meningkatnya daya bias, mata mampu melihat objek lebih dekat dibanding sewaktu daya biasnya rendah. Akibatnya dengan memendeknya objek kearah mata, frekwensi impuls saraf

~Jalur Informasi Visual
Bermula dari sel fotoreseptor retina melalui nervus optik , kiasma dan traktus optik menuju LGN dan Berakhir pada area cortex visual

~Perjalanan impuls dari retina ke korteks
Cahaya diterima oleh fotoreseptor pada retina dan dirubah menjadi aktivitas listrik diteruskan ke kortek. Serabut-serabut saraf optikus terbagi di optik chiasma (persilangan saraf mata kanan dan kiri), bagian medial dari masing-masing saraf bersilangan pada sisi yang berlawanan dan impuls diteruskan ke korteks visual.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s