Oranye


Dear oranye
Aku kini tak lagi mengejar matahari terbenam.. namun ku kini lebih memilih berdiam menunggu matahari terbit.

selalu ada harapan dibalik setiap warna oranye yang dipamerkannya. Hanya aku sekarang lebih bisa berpikir bahwa matahari terbenam itu sangat indah namun hanya sebentar dan selebihnya bergulir menjadi malam yang hitam.

Berjuang dan mengejar itu sangatlah indah..mendapati hasil yang sepadan dari hasil pengejaran dan perjuangan, ah semua prosesnya sangatlah indah. Tapi tidak salah juga kalau aku ingin diam.. beristirahat sambil menikmati secangkir kopi dan disambut dengan cahaya oranye dari matahari terbit.

Aku juga ingin memberitahu bahwa aku akan belajar diam dan memaafkan diri sendiri. Yah, setiap manusia pasti melakukan dosa dan sebaik baiknya pendosa adalah yang bertaubat

Salah memang.. melakukan dosa itu, tapi aku pikir dibalik suatu perbuatan dosa Allah ingin menunjukkan bahwa kita tidak sempurna

Melalui sebuah dosa, Allah mengajarkan kita bagaimana caranya meminta maaf dan meminta ampun. 

Allah maha pengampun, bukankah Allah juga sangat mencintai orang yang bertaubat dan bersegera kembali ke ampunanNya

Terimakasih ya Allah atas segala keadaan ini, dan saat ini harapanku hanya bergantung padaMu

**TnT ke-8 di pantai Banli bersama 1000Guru Kupang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s