Meyakini Allah sebagai pencipta belumlah cukup

Seorang muslim wajib menyakini bahwa Allah lah yang maha menciptakan, pemberi Rizky, dan pengatur alam semesta.
Namun keyakinan ini belumlah cukup untuk memasukkan seorang kedalam agama islam.

Hal- hal tersebut belum cukup untuk membedakan antara orang muslim dan kafir.
Sebagaimana firman Allah dalan QS. Al-‘Araf 12:
“Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa iblis pun meyakini bahwa Allah yang telah menciptakannya dan menciptakan makhluk lain beserta alam semesta. Tapi walaupun iblis meyakini hal ini, Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tetap menyatakan permusuhan terhadap iblis.

Pun para kafir quraisy, apabila mereka ditanya siapakah yang menciptakan mereka? Siapa yang mengatur alam semesta? Mereka akan menjawab Allah. Tapi hal ini tak bisa memasukkan mereka ke dalam agama islam.

Karena keyakinan bahwa Allah pencipta tidaklah cukup bila tidak dibarengi dengan Tauhid atau mengEsakan Allah. Yaitu mengEsakan Allah dalam beribadah dan tidak menyerahkan satu ibadahpun kepada selain Allah

Allahu’alamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s