Mengapa harus bandel??

Bismillahirrahminirrahiim

Aku sudah bosan begini terus, sesekali aku harus berubah. Aku bosan sering dibuly… aku juga ingin membuli kadang- kadang. Aku ingin menjadi bandel, sepertinya enak menjadi bandel. Masa bodoh.. tidak ada masalah. Kadang aku berpikir enak jadi bandel, sepertinya ada kepuasan menjadi bandel, meskipun berbuat salah kadang dimaklumi karena memang bandel. Bandel menjadi alasan untuk dimaklumi.

Kadang kadang ingin bandel, menjadi pemberontak, ingin melakukan apapun sesuka hati, dengan dalih sesekali saja untuk menyenangkan hati yang penat. Agar bahagia… agar bahagia agar bahagia. Untuk bahagia haruskah menjadi bandel? Haruskah memberontak?

Ya Allah, bila bahagia itu adalah dari Engkau mengapa harus bandel untuk bahagia? Dan mengapa harus bandel? Bandel itu menurutku seperti obat- obat jenis narkotik yang salah digunakan… semakin banyak dipakai maka resistensinya akan meningkat sehingga membutuhkan dosis yang lebih besar untuk memperoleh efek yang sama. Walaupun segala cara ditempuh untuk pemenuhan kebahagiaan dan kepuasan, apakah itu jaminan seorang memperoleh ketenangan dan kebahagiaan? Bukan… bukan, karena bahagia itu letaknya dihati.. dan sungguh hati ialah milik Ar- rahman. Jadi kenapa kita tidak kembali pada Allah ta’ala bila ingin bahagia? Mengapa harus bandel?

Bahagia itu identik dengan surga, dan menurut para ulama di dunia juga ada surga yang bila seorang belum memasukinya maka ia belum bisa memasuki surga yang tinggi disana. Bila ingin bahagia, Allah subhanahuwata’ala berfirman “hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang (Ar- Ra’ad 28)”.

Mengingat Allah ialah dengan dzikir dan doa, cara yang sederhana ketimbang harus ribet untuk bandel. Tapi memang hati harus diseret untuk menangis terlebih dahulu untuk melakukan ketaatan ketimbang kebandelan. Ya Allah anugrahilah kami kenikmatan yang tidak pernah pudar, kesejukan mata yang tidak pernah terputus dan kelapangan terhadap ketentuanMu.

Tidak usah jadi bandel J

#Jaga malam di Bangsal kelas III anak RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang

8 April 2015

2 thoughts on “Mengapa harus bandel??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s