Dari Balik Jendela

Bismillahirrahmanirrahiim,

Kebiasaanku mengintip aktifitas orang orang dari balik jendela…

Jendela seolah menjadi tempat terbaikku saat ini. Dari balik jendela raut muka dapat berubah- ubah ekspresinya. Dari balik jendela bisa tercipta untaian bait, kerinduan, harapan, cinta, dan kepasrahan, dari balik jendela asal mula satu kisah dimulai.

Kembali ke balik jendela, senangku melihat anak- anak yang bermain dari balik jendela, mereka tak berpakaian, tertawa lepas, main sepeda, menangis, bertengkar.. lucunya mereka

Mereka teramat polos dan tanpa beban, sering terlihat tak tahu berbuat apa, tak tahu harus bagaimana, hanya iya-iya dan ikut saja para orang dewasa.

Tak jarang para orang dewasa itu membentak bentak mereka, atau sekumpulan gadis gadis nyentrik yang lewat disekitar mereka membuat mereka melongo, bahkan diriku yang seperti kemah berjalan juga sering membuat mereka melongo, tapi mereka tetap saja lucu

Mereka memakai baju yang aneh- aneh kadang menurutku, memakai baju yang begitu seksi bagi orang dewasa tetapi di badan mereka terlihat begitu imut dan lucu, memakai jilbab tapi bawahannya hanya celana dalam, atau memakai celana dalam diatas kepala agar terlihat seperti cap suster ketika mereka bermain dokter- dokteran. Dan mereka akan terlihat sangat lucu

Memakai baju seksi… wah batinku, itu pasti pakaian yang dibelikan oleh orang tua mereka. Ya pantas saja bila para guru ngaji saat ini merasa sangat kesulitan untuk menasehatkan remaja saat ini untuk memaki hijab yang syar’I, karena itulah kebiasaan dari kecil.

Dan hal yang paling tidak lucu dari mereka adalah ketika mereka berkelahi sambil berteriak- teriak… mungkin kah ini kebiasaan yang mereka tiru dari orang- orang dewasa disekitar mereka?kemungkinan besar!!

Lalu aku lihat diriku? Apakah aku sudah menjadi orang dewasa yang baik? Belum belum… bahkan aku belum seperti orang dewasa, walaupun umurku sudah kepala dua.

Hal hal yang kutakutkan… aku tidak bias menjadi orang tua yang baik bagi anakku nanti, aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat bagi mereka…

Menurutku belum terlambat. Dari balik jendela juga aku merenung… harus menjadi orang tua yang penuh kasih saying dan pintar, sehingga perlu untuk miliki motivasi, belajar dan berdoa. Sekali lagi ilmu.. benar- benar hal yang dapat meningkatkan derajat seseorang.

Ingat saja, bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya, bila aku malas belajar… apalah bekalku nanti untuk mengajari anakku kelak, setidaknya mengajari dan memberikan contoh agar dia dapat mengenal Rabbnya, memiliki akhlak yang baik, prilaku sopan santun dan rasa malu.

Ya Belajar ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s