Apa Dibalik Statusmu?

Bismillahirrahmanirrahiim…
sudah sangat niat dalam hati tidak ingin mengisi blog ini, karena kemampuan menulis sangat terbatas.. ya, tulisan hanya sebatas tulisan, anda mau membaca silakan dilewatin aja silakan.. so… ayuk nulis lagi.

Apa dibalik statusmu?(dengan redaksi berbeda) sebuah pertanyaan (tamparan lebih tepat) di malam takbiran yang insya Allah akan selalu ku ingat dan ku tancapkan dalam hatiku. sederet baris kalimat dengan cepat mengikuti pertanyaan itu…

ya Apa Dibalik statusmu? inginkah engkau disebut paling pintar dengan berbuat seperti itu? inginkah engkau disebut paling soleha dengan berbuat seperti itu? inginkah engkau yang dianggap paling berbeda dan menonjol dengan berbuat seperti itu?inginkah engkau menjadi elu- eluan tetangga dengan berbuat seperti itu? bahkan (bila itu yang kau cari) engkau membodohi dirimu sendiri, menyembunyikan dirimu dalam tempurung, engkau takut.. dan terus takut dan kau selalu menymbunyikannya, engkau membohongi dirimu sendiri… begitukah yang kau mau?taukah engkau sayangku… bahkan pujian dari orang lain itu lebih ganas daripada racun. sia- sia itu sayaaang… bahkan engkau BELUM TENTU MASUK SURGA…

Aku menangis pilu diladalm hati. untuk pertama kalinya tubuhku terasa kaku, benar- benar aku rasakan sarafku seperti putus satu persatu,stress.. pertanyaan demi pertanyaan membuat stress, persis dengan pelajaran kejiwaan yang pernah hinggap di sbgian memori, sebagian orang yang terguncang jiwanya bisa mempertahankan tubuhnya pada posisi tertentu dengan waktu yang sangat lama…bgitukah rasanya?

kucoba merangkai tanya.. Begitukah engkau wahai hatiku? hanya itukah yang engkau cari wahai hatiku? celaka engkau wahai hatiku, bila hanya itu yang engkau cari?

Kasihan engkau wahai diri.. bila hanya harta yang engkau cari maka kematian adalah kebangkrutan bagimu
kasihan engkau wahai diri, bila sorakan popularitas yang engkau cari maka kematian dan berlalunya zaman akan meredupkan kepopuleramu
kasihan engkau diri, bila jabatan yang engkau cari maka kematian itu akan melengserkan jabatanmu
kasihan engkau diri, bila simpati dari seorang laki- laki yang engkau cari maka kematian itu akan memupuskan harapanmu
mengapa tidak kau cari kepedulian dari suatu Dzat kekal…??

Teman-temanku.. diantara pembagian waktu dalam hidup kita adalah waktu untuk diri sndiri (muhasabah diri sendiri) sudah seringkah kita menanyakan “Apa Dibalik Statusmu?” pada hati kita sndiri?
Lebih baik menangis dan berpeluh dari ini (di dunia) dari pada di akhirat nanti dimana air mata, peluh dan rintihan2 itu tidak berguna sama sekali

Astagfirullah hal adzim wa atubu ilaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s