Iman dan Daratan (Nasehat yang tertuju padaku)

Bismillahirrahmanirrahiim..

Salman al-Farisi: Verily it’s not the land that makes one pious rather it’s the actions of the slave that make him pious
[al-Fataawa 283/18]

Salman Al-Farisi: Sesungguhnya bukan daratan (wilayah) yang membuat seseorang beriman melainkan amalan-amalan dari seorang hamba yang membuatnya beriman
[al-Fataawa 283/18]

via twit @Aboo_thaabit hafidzohulloh

Wahai ukhty,
Kadang kita berkeinginan untuk hijrah ke sebuah tempat atau daerah yang amat kondusif untuk istiqomah dijalan Alloh, mengingat banyaknya halangan dan cobaan yang harus kita hadapi untuk mempertahankan dienul haq ini. Namun di lain sisi, kita tidak mampu berbuat apa-apa dengan kenyataan. Alasan-alasan internal keluarga, pekerjaan dan sebagainya terkadang membuat kita berpikir berulangkali.

Jika memang begitu, maka mulailah untuk belajar meredam keinginan hati.. Berusahalah untuk mengupayakan amalan-amalan yang bisa membangkitkan ghiroh kembali. Sulit, memang sulit di awalnya. Cobalah untuk memaksanya melakukan sunnah-sunnah. Kadang kita butuh dipaksa lebih dulu untuk membiasakan sesuatu, dengan terus belajar mengikhlaskan diri. Sedikit demi sedikit dan berkesinambungan, itu yang terpenting.

Ingatlah… dimanapun kita, bahkan di Negeri para Nabi pun;
jika kita tidak mampu berupaya untuk beramal, maka hati kita akan tetap mengeras wal’iyyaadzubillaah. [sfnh] — dengan Ummu Abdirrohman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s