Panggil namaku SABAR

Bismillaah………

air sangat susah pada waktu itu, letak sumur pada berjauhan, sedang sumur terdekat adalah sumur air asin tapi terkadang payau waktu musim hujan.. Maklumlah kami tinggal di pinggir pantai. Dengan menggunakan jerigen2 kami mengangkat air. Kami?? wanita2 lemah dan suka mengeluh ini hanya bisa geleng2. ditambah jadwal kuliah yang sibuk dan sedikit rejeki kami memutuskan untuk menyewa jasa angkat air, #MasyaAllah.

Dengan ini kadang aku suka menitikan air mata ketika ingat ibu/bapak kos kami dulu (ketika masih dduk di bangki SMK di kota bunga Jawa Timur) sering marah- marah melihat tingkah kami (anak2 kosnya) memakai air seperti bebek mandi diempang.. seenaknya saja, sampai tagihan air menjadi membengkak. barulah- barulah sadar betapa melalaikan nikmat yang tersedia begitu melimpah.

Kembali kepada jasa mengangkat air… kami biasa memakai jasa Om Sabar atau orang disni memanggilnya Nana Sabar (Nana, Bahasa flores timur artinya Paman). Om Sabar mematok harga 6000 per Jerigen atau kadang 20rb perkereta yang berisi beberapa jerigen air.

Ketika belum tahu namanya kukira Om Sabar buka seorang muslim, he he… wajarlah identik dengan wajah2 flores yang rata2 beragama katholik. ditambah lagi letak rumah beliau yang berada ditengah2 rumah-rumah orang rote yang rata2 beragama protestan. Sedang pada umumnya orang muslim disini rumahnya menempel di sekitar masjid kampung bugis yaitu masjid Al- Fitrah.

Entahlah, menurutku sabar itu memang identik dengan muslim, bukan begitu kawan??. Awalnya aku tak percaya namanya Sabar… sedikit aneh saja, karena biasanya orang Muslim flores namanya itu yaa nama-nama islami, arabic gitu misalnya Husein, Syafruddin, Awaluddin, dll.
Eh, ternyataka tebakanku benar… nama aslinya bukan Sabar, Sabar itu nama panggilan karena suatu peristiwa dalam fase kehidupannya bahkan orang- orang dsini sudah lupa siapa nama asli Om Sabar.

Om Sabar seorang buruh nelayan miskin, kerjanya serabutan, kadang buruh mengecat perahu- perahu nelayan, kadang mengangkat air, bahkan istrinya kadang megais barang- barang bekas disekitar rumah kami… #BegitulahKehidupan. Kadang kemiskinan menjadikan suatu alasan yang tidak masuk akal, dan kemiskinan juga menjadi peluang misi- misi tertentu #AllahummaInniNaudzubikaMinalKufriWalFakri. Karena Kemiskinannya Om Sabar pernah menjadi sasaran Missionaris.. siang dan malam mereka dengan wajah manisnya mendekati om sabar, dengan segala macam bantuan uang dan pangan bahkan janji- janji yang menggiurkan. Rumah beliau yang hampir roboh pun mereka janjikan akan dibangun menjadi gedong #WowAmazing. mendengar critanya saya geleng2 saja.. karena notabenya kos saya saja bukan gedongan hanya dari triplek2 yang dilapisi bambu.

hampir, hampir saja, om sabar dan keluarganya sudah hendak ikut mereka, namun mendengar hal tersebut bapak imam masjid Al- Fitrah haji Badar Daeng Pawero segera mengambil tindakan. didatanginya rumah om Sabar.. diadakannya pendekatan- pendekatan dan nasehat, agar tetap sabar karena begitulah ujian di dunia. Tetapi memang begitulah faktor Ekonomi yang kadang membuat dada menjadi smpit. sampai pada akhirnya dengan menggunakan infak di masjid bapak imam berjanji akan memperbaiki rumahnya asal ia tetap bertahan dan sabar. dan om sabar pun akhirnya komit dan berjanji akan sabar, walau bukan rumah gedongan yang bisa diusahakan masjid.. hanya rumah dari bambu, tetapi Alhamdulillah lebih tegak dan gagah dari rumah sebelumnya.

Dari itu orang- orang disini selalu menyabarkan om sabar, dengan nyebut “Sabar ya Om”, “Sabar ya Om” hingga nama itu amat melekat pada diri Om sabar. Sabar- sabar.. kadang aku ingin juga dipanggil sabar.. agar lebih sabar dan tidak mudah mengeluh lagi.

tapi begitulah kadang sabar itu juga memerlukan suatu trik, untuk seorang muslim agar lebih sabar dan istiqomah caranya yaa itu.. mempertebal iman dengan banyak2 menuntut ilmu dan berkumpul dengan orang yang menyeru sabar dan ilmu…

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.(QS. Al- Kahfi) “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s