Pastikan Halal

Bismillahirrahmanirrahiim..

ketika suatu malam pagi yang suntuk, melekan dengan niat belajar (besok ujian kawan!!!).. tapi malah Ndelanyar tidak jelas begini  ditemani mi instan tanpa di masak dimakan ala jajanan anak SD spt mie Gemes, Mie Remez, Mie Boyki (merk2 jajan favorit pas SD)😀, #JanganDitiruTidakSehat

ketika makan, jadi ingat sesuatu… memeriksa bungkusnya dulu kawan, pastikan ada segel HALAL dari MUI. yang seperti kita tahu, percampuran bumbu2 atau bahan2 yang halal dan haram pada makanan/bumbu2 instan yang terjual bebas sudah tidak karu-karuhan jaman ini, dikarenakan yang haram itu berbahan lebih murah dll, dikarenakan lemahnya iman #Loh, dikarenakan impor barang, dikarenakan erosi budaya timur dan gelombang budaya barat dan masi banyak lagi.

sebelum berbicara lebih lanjut coba kita ingat- ingat dlu bagaimana suatu makanan menjadi nutrisi bagi tubuh kita. begini critanya kawan(pasti sudah banyak yang tahu): mula mula makanan dimasukkan ke dalam mulut disitu dicerna secara mekanik oleh gigi dan secara kimiawi oleh enzim-enzim belum ada penyerapan disini, setelah dirasa cukup halus hasil pengunyahan tadi (baca: Bolus) ditelan melalui esophagus dan masuk ke dalam lambung, dalam lambung ini terjadi pencernaan kembali oleh enzim2 dan asam dalam lambung terutama pencernaan protein setelah dari lambung hasil pencernaan tadi menjadi cairan kental (baca: kimus) masuk ke usus. blum selesai sampai disitu kawan dalam usus 12 jari masih ad pencernaan terutama untuk mencerna lemak dengan cairan khusus (baca cairan empedu) stelah itu baru masuk usus menyerapan untuk diserap sari sarinya menuju pembuluh2 darah pada usus dan akhirnya melalui darah tersebarlah ke sluruh tubuh, terutama ke organ- organ vital spt otak, jantun, Hati, ginjal, paru2, alat2 gerak, organ indra dll

sehingga mari kita bayangkan sama2 kawan, tidakkah kawan2 merasa NGERiii… bila kita makan dari suatu yang HARAM…. tubuh kita, mendapat nutrisi dari sesuatu yang HARAM, sel-sel dalam tubuh dapat nutris HARAM,untuk  menghasilkan energi dari sesuatu yang HARAM, untuk beraktifitas dari sesuatu yang HARAM, untuk beregenarasi dan menumbuhkan daging daging dari yang HARAM. bahkan kawan juga tahu kalau sebuah senyuman itu juga butuh energi shigga senyum kita saja dihasilkan dari sesuatu yang HARAM!!.. wal’iyyadzubilah.

jadi intinya semua menjadi tidak barokah, dan nabi juga pernah bersabda Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,  “ Seorang lelaki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat tangan ke langit tinggi-tinggi dan berdoa, ‘Ya Rabbi, ya Rabbi sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimanakah doanya bisa terkabulkan ?” (HR. Muslim) dan perhatikan juga sabda Rosul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ini  “Siapa saja hamba yang dagingnya tumbuh dari (makanan) haram maka neraka lebih pantas baginya.”Masya Allah begitu dahsyatnya akibat dari makanan yang haram. masih terbayangkah kawan? #TidakTidakLagi

kembali ke awal😀, jika mau ambil aman kalau saya pribadi berprinsip selalu cari segel MUI pada makanan kemasan, atau memastikan bahwa yang membuat adalah orang yang terpercaya bila diproduksi oleh usahan HOme InDustri. jujur dari pengalaman pribadi… saat ini saya tinggal disebuat kota yang jumlah muslim adalah minoritas, tapi saya sgt kagum dengan sikap kehati-hatian muslim di kota ini. saya belajar dari mereka, mereka tidak makan dari makanan yang tidak ad label Halal dari MUI sy pikir awalnya sdikit berlebihan karena biasanya bila di pulau JAwa itu asal ada izin dari BPOM itu sudah aman. Fiuuh.. saya salah besar.. karena tidak sengaja sewaktu belanja semesteran (belanjanya 6 bulan sekali :D), iseng2 liat botol2 minuman beralkohol yang terjual bebas disini, kuperhatikan tulisannya satu-satu, kandungannya,#SokBangeut . Ternyata kutemukan Tulisan “BPOM RI…..” oooo.. OK. sudah jelas.. dan mereka benar(warga muslim dsini).  sedang untuk makanan2 home industri harus dibeli dari orang islam, krn makanan khas kota ini adalah se’i babi/daging babi asap jadi untuk mewanti- wanti bercampurnya alat2 masak dan lain2.. #Jijai

terkadang kita sering menganggap enteng tentang makanan yang kita makan, tanpa sdikit perhatian, asalnya darimana? pakai bahan apa? siapa yang mask?dll padahal pengaruhnya sangat besar… sehingga ini juga peringatan bagi saya kawan untuk lebih berati2 lagi. bahkan pernah mendengar cerita dari seorang mantan pastor yang muallaf dia mengaku tidak lagi memakan makanan impor (khususnya) setelah ia masuk islam, Subhanallah.. karena banyak bumbu2 yang  yang sangat meragukan.. Emm hati2 yang suka makan Fast Food ala orang barat nih… dan ang terakhir mari berdoa kpd Allah semoga selalu memberi kita Taufik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s