Cuudin Cuudin…

Bismillahirrahmanirrahiim..

sebelum berangkat k kampus menghadapi ujian hari inii… terkenang kisah lucu kemarin…

namanya Syamsuddin, biasa dipanggil Cuudin olehku oleh mamanya dan biasa dipanggil TamThudin oleh teman2 sebayanya.. hihih, ditempat aku tinggal memang banyak anak kecil, lucu.. uyu uyu,
Dia anak tetanggaku..belum genap 3 tahun umurnya, berjalan plintat plintut mengikuti kakaknya yang sedang asyik bermain…
Ketika melewati depan kosku.. dia berhenti berjalan dan mengais karun beras yang terlempar begitu saja didapan teras rumah.
Dikaisnya karung itu dengan sigap oleh tangannya yang mungin trus diambilnya batu2 koral, tekel yang kami tata sebagai hiasan depan kos dan ia masukkan ke dalam karung… wih- wih Cuudin..Cudin. setelah merasa cukup diseretnya batu itu menuju ke rumahya.
sdikit aneh pikirku.. dasar anak kecil, dan terus saja kuprhatikan dia… pikirku biasany anak kecil suka dngan sesuatu yang lucu spt mobil2lan, pedang2an, atau identik dengan goyang-goyang lucunya..
sambil kuperhatikan.. batu2 itu banyak yang berjatuhan.. dan baru kutahu bahwa ternyata keluarga syamsuddin sedang mempebaiki rumah mereka… oooo Subhanallah…
sigapnya syamsuddin itu bukan tanpa sebab atau tanpa tutor, pak tukang yang mengangkat batu mencangkul pasir adalah tutornya #sambilGelegGeleng.
Dan kerasnya Kehidupan dikampung kami yang rata2 bermata pencaharian nelayan membuat syamsuddin sangat biasa dengan pekerjaan- pekerjaan (baca: mainan- mainan) kasar. Hingga jangnlah kaget apbila melihat anak2 seumuran syamsuddin membawa parang, palu, pisau, batu besar… itu hadalah mainan mereka #Fiuh… dlu awal2 sy teriak2 terus melihat fenomena tersebut.. “aduh bi, itu… cudin bawa parang… teriakku”, eh bibi jawab: sudah biasa.. kakaknya dlu masi kecil juga begitu… #hizzGetirnyaHatiku
Sehingga Lingkungan sangat berperan dalam membentuk kepribadian kawan, apagi seorang anka kecil “Sang Plagiaters” tercepat dan terfasih…
tiba- tiba aku berangan… ya Allah ingin saja aku habiskan waktuku dirumah untuk mengajari Anak- anakku kelak dengan sebanyak- banyaknya dan sebaik-baiknya…
apa yang ad dalam jiwa seorang anak adalah cermin dari jiwa pendidiknya, dan apa yang menjadi kebiasaan seorang anak adalah cermin dari kebiasaan pendidiknya. Tak salah juga bila orang bilang Televisi adalah orang tua ketiga #lohGakNyambung…tpMirisKawan
Ayolah semangat (wahai diri.. wahai jiwa) kawan untuk terus memperbaiki diri sndiri.. jika ingin mendapatkan yang baik pada suatu hari kelak.
So merajut indah hari ini dan lebih esok pagi Bismillah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s