saat bersama kalian (part 3)

-Bismillahirrahmanirrahiim-

mari kutulis dan kubagi apayang saya rasakan saat itu…

begitu senang hatiku, aku dekelilingi oleh mutiara di didasar lahut, yaa benar aku sedang menyelam.. menyelam di sebuah pondok pesantren putri di sebuah dase nun jauh dari keramaian. mereka masih muda bahkan jauh lebih muda dariku tetapi begitu bersih mereka, begitu polos, pikiran- pikiran yang masih putih bercahaya dan ditutup dengan cangkang2 yang kuat, cangkang pagar tembok yang tinggi dan hijab- hijab yang rapat dan suara- sura mereka lebih lirih dari semilir angin. sangat jauh lah apbila dibandingkan dengan suara2 geng geng anak jalanan. ya sangat jauh pula dengan diriku…………..

tidak risau mereka ketika tidak memiliki HP, tidak bisa mengendarai mootor apalgi hanya sekedar memiliki akun FACEBOOK/Twitter hegh.. padahal kukira sebelumnya adakah yang seperti itu??? dan ternyata ad karena aku sedang bersama mereka.

kesibukan mereka adalah mengkaji ilmu-ilmu yang bermanfaat, mempelajari al-Quran dan menghapalnya. dan jangan ditanya seberapa hapalan mereka?? krn diantara mereka adalah hafidzah, ingin menangis rasanya diriku, menangis karena lalai dan begitu iri kepada mereka. Terlebih lagi bukan hanya Al-Quran yang mereka pelajari dan hapalkan hemm hadist- hadist, matan, syair, mereka juga mempelajari dan menghapalnya

dan mereka adalah anak- anak yang cerdas, janganlah berpikir kalau anak- anak pondok itu adalah anak yang kampung,, cobalah tanya kepada mereka mengenai jenis2 narkoba, coba tanya kepada mrk kandungan rokok, mengenai kesehatan, mengenai pengobatan keluarga,, mengenai menejemen waktu dan belajar meraka tangkas dengan hal tersebut. tetapi pernah ada suatu ketika kutanya tentang nama seorang selebritis… dan mereka “geleng- geleng”… hal itu bukan menunjukkah kalu mereka ketinggalan informasi tetapi mereka memilah informasi yang bermanfaat… dan itulah bukti keunggulan mereka… dan memang begitulah seharusnya.

idola mereka adalah Rosululloh, Sahabat, shahabiyyah, ulama… begitulah.. pikiran mereka begitu polos dan damai, senang rasanya berada diantara mereka… membuat semangat, himmah, azzam kembali bergejolak sesuai duduk-duduk dengan mereka. hemm benar2 harta yang tak pernah habis dan sebaik-baiknya perhiasan

ditulis di Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember, Jawa Timur
sebelum ramadhan 1432 H

adapun diriku adalah santri ilegal yang kadang- kadang (pas pulkam) datang atau hanya melauli relay menyelinap diantara kajian-kajian mereka tetapi sdh dengan membawa surat ijin dari sang ustadz tentunya.

namun sayang… tak boleh lagi ku berkunjung ke pondok itu lagi,, oooh semakin deras saja air mataku. tapi ada kata- kata menyejukkan dari sang ustadz… “berjanjilah bahwa kau memang tidak akan datang ke pondok ini jika ajaran sesat dan bid’ah yang diajarkan disini”

eh waktu sudah siang, tugas dan ujian di depan mata.. ayo2 semanagt^^

One thought on “saat bersama kalian (part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s