YANG PASTI PASTI AJA??!!

-Bismillahirrahmanirrahiim-

Dikusi kuliah yang menarik menurutku!! pada waktu ujian CSL (Clinical Skill Lab). Dua orang temanku memainkan peran sebagai dokter-pasien yaitu Salomo Mesakh sbg dokter dan Ishak Ndaumanu sebagai pasien. ujiannya yaitu perkusi dinding dada, salomo dengan lancar menurutku melakoni peran sbg dokter dengan menentukan batas jantung, rongga paru dan hati. kemudian dokter penguji yaitu dr. Nining mengajukan bbrp prtnyaan kpd salomo diantara pertanyaan dan jawaban:
dr: apex jantung jantung itu dimana sih?
salomo: di Sela Iga 5
dr: masak sih? apex jantung itu dmn sih?
salomo: di sela iga 5 dok, atau 2-3 cm di bawah aerola mamae (puting susu)
dr: naaahhhh….
kemudian dokter bercerita: ” mengenai jawaban salomo ini saya punya cerita y, ini dari dosen sy juga… katannya sih cerita nyata. critanya ini begini, Ada seorang narapidana mati, perempuan berumur sekitar 60 th, dia dijatuhi hukuman mati karena kasus pembunuhan berencana. pada waktu tiba saatnya akan dilakukan eksekusi semuanya telah disiapkan dengan rapi yaitu diantara 7 orang eksekutor dengan senapan masing2, tapi hanya 1 orang eksekutorlah yang senapannya ada pelurunya agar para eksekutor ini tidak merasa terlalu bersalah pada kemudian hari. Kemudian tibalah hari dimana akan dilakukan eksekusi dan komandan memberi satu perintah kepada para eksekutor “Tembaklah tepat dibawah puting susunya” karena memang secara anatomis apex jantung itu berada dibawah puting susu, dan hal tsb diharapkan jika tertembak tepat pada apex jantungnya narapidana akan meninggal seketika tdk smpai hitungan menit karena menyiksa orang itu juga tdk boleh. Tibalah pada detik2 eksekusi dimana semua eksekutor mengarahkan senapan pada puting susu dari narapidana sesuai perintah komandan. kemudian aba2 menembak dilecutkan dan tertembaklah narapidana tsb. setelah ditunggu bbrp saat para tenaga medis pun memeriksa narapidana dan memastikan bahwa dia telah meninggal, Tetapi ternyata narapidana itu belum meninggal dan mengalami kritis setelah itu para medis malah mmbawa ke rumah sakit dan narapidana berhasil diselamatkan nyawanya!! knp kok narapidana itu tdk mati? ya… karena eksekutor tadi itu tidak mengenai jantung dari narapidana tetapi malah mengenai limpa nya. kenapa kok bisa begitu? ya… karena narapidana tadi itu adalah seorang perempuan usia lanjut, yang kita ketahui sendiri dimana kelenjar mama nya (kelenjar susunya) sdh tdk lagi kencang dan turun. kalau begitu apakah apex jantung berada di bawah aerola mamae 2-3 cm masih berlaku??? jawabannya tidak!!! kemudian dicarilah eksekutor yang senapannya berpeluru, setelah ketemu kemudian ia malah dihukum! apakah eksekutor ini salah?? jawabannya tidak! lantas siapakah yang salah? instruksi dari komandanlah yang salah. mungkin kalau intruksi ini diberlakukan untuk laki2 masih berlaku, tapi tidak untuk perempuan! dari cerita ini bisa disimpulkan bahwa CARILAH SESUATU YANG TIDAK BERUBAH SEBAGAI PATOKAN, dan JANGAN MUDAH MEMBUAT SESUATU YANG MUDAH BERUBAH MENJADI PATOKAN. dalam hal ini seharusnya yang menjadi patokan adalah iga 5 karena iga itu tidak berubah. karena bisa fatal y? seperti contoh barusan.”

CARILAH SESUATU YANG TIDAK BERUBAH SEBAGAI PATOKAN, dan JANGAN MUDAH MEMBUAT SESUATU YANG MUDAH BERUBAH MENJADI PATOKAN. itulah yang menjadi menari menurutku dan menjadi sangat berharga menurutku. dan implikasi dari kalimat diatas bukan hanya berlaku dalam bidang perkusi dada tapi dalam semua aspek. Apalagi dalam masalah prinsip dan keyakinan. yang banyak manusia ngotot dengan pendapat dan prinsip masing2 padahal pendapatnya adalah hasil dari pemikirannya sendiri atau dari bbrp literartur yang masih berupa hipotesis yang lemah dan mudah berubah2.

Dan kesimpulan kedua, Subhanalloh membuatku semakin yakin dengan Al-Quran yang tdk pernah berubah sepanjang masa, begitu pula dengan hadist sahih yang menjelaskan Al-Quran dan bbrp hukum lain.serta jalannya para sahabat yang keukeh menjalankanny.

kesimpulan ketiga, Subhanalloh pentingnya ta’at, tapi taat kepada sesuatu yang memang benar2 benar. karena kalu tidak bisa dihukum spt eksekutor tadi. sehingga perlunya memiliki pengetahuan sebelum melakukan tindakan, atau kalaupun kita masih belajar dan belum cukup pengetahuan hendaknya mengikuti orang yang memang benar2 memiliki pengetahuan agar tdk ter-salah

ada yang mau menambahkan? ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s